Selasa, 20 Juni 2017

Mewujudkan Kebahagiaan dengan Mengetahui Hakikatnya

Refleksi Kuliah (11 April 2017)
Oleh : Muhamamd Mufti Hanafi

Mewujudkan Kebahagiaan dengan Mengetahui Hakikatnya

Bapak Marsigit memulai perkuliahan dengan berdoa dan mengajak mahasiswa untuk berfikir reflektif dengan mengajukan pertanyaan yang ditulis melalui kertas kemudian beliau menjadi cermin reflektif.

Dimulai dari pertanyaan Reinkarnasi
Dalam memandang kehidupan dan cara berfikir orang Barat dengan orang Timur berbeda, dalam perspektifnya, orang Barat dahulu dengan sekarang pun berbeda.  Orang Barat dahulu dalam berfikir berupa lingkaran maju ke depan melancip dengan tiga unsur yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi. Orang Barat sekarang ketiga unsur tersebut disatukan dan menjadi lingkaran panah ke depan dan menuju kepada titik Hedonis. Adapun dunia Timur tetap mempertahankan ketiga unsur yang melingkar tersebut. Semisal dalam unsur tersebut mengandung keterikatan pengulangan, pagi ketemu pagi, siang ketemu siang, malam ketemu malam. Kemudian Bapak Marsigit mencontohkan awal mula kejadian Bumi dalam ilmu geografi yang pada akhirnya bumi berputar dan mempunyai daya lekat secara terus menerus. Dan hubungannya dengan reinkarnasi beliau mengutip perkataan orang India bahwa sebenar-benar reinkarnasi adalah tindakan kita sendiri. Ketika seorang bertindak, berbuat apapun sejatinya dia tengah bereinkarnasi. Jika perefleksi simpulkan seorang akan menerima akibat dari perbuatannya.

Kebetulan
Menjadi permasalahan ketika seorang berhenti pada titik penelitian dan ia merasa puas dalam hal itu, misalnya seorang berhenti pada teori kejadian Bumi namun tidak menyandarkan pada titik keimanan maka seorang bisa terjerumus pada tidak percaya tuhan. Karena penelitian tersebut memberikan dampak tidak akan berhenti pertanyaan yang tak berujung. Seperti mengapa bumi berputar, mengapa saling melekat, sampai pada mengapa ada Tuhan. Maka yang harus ditegaskan adalah teori akal saja tidaklah cukup tanpa bimbingan spiritual keimanan.

Kebahagian
Perspektif kebahagiaan berbeda-beda, orang Barat memandang kebahagiaan tatkala berhasil menemukan, maka itulah ekstasi kebahagiaan tertinggi baginya, sedangkan orang Timur dikatakan kebahagiaan tatkala bisa memberi, agar bisa memberi mempunyai persyaratan. Diantaranya adalah kuasa. Maka perefleksi mendapatkan hikmah motivasi bagi siapapun orang timur agar dapat mengejar kebahagiaan tersebut, termasuk bagaimana mewujudkan persyaratan tersebut.

Teori Kehendak Bebas
Pendapat kehendak bebas berawal dari keterkungkungan. Filsafat merupakan pusat, jika filsafat manusia maka pusatnya adalah manusia, jika pusatnya materialisme maka material adalah pusatnya. Dan sifat pusat adalah menyingkirkan hal yang lain. Jika pusatnya material maka hati-hati karena dapat menyingkirkan hal lain termasuk perihal ketuhanan. Perefleksi mengambil hikmah bahwa hendaknya seorang tidak menggantungkan dirinya pada material semata dan senantiasa mentaati aturan tertinggi yang jika dilanggar mengakibatkan kerusakan sistem.

Terlalu Suka
Hakikat dari terlalu adalah menyederhanakan, hanya fokus pada satu titik, bersifat intensi dan meremahkan hal lain, semisal seorang terlalu suka pada Soto, maka dia sedang menyederhanakan kesukaannya hanya pada Soto, padahal ada Kambing Guling dan Tongseng Kambing dan makna meremehkan adalah ia sedang meremehkan makanan yang lain.

Akhir dari refleksi pada kesempatan ini perefleksi tengah memikirkan bahwa seorang dapat mewujudkan kebahagiaannya manakala ia mengetahui kebahagiaan itu sendiri, baik definisi, latar belakang, unsur-unsur dan hal-hal yang penegasi kebahagiaan. Dan tidaklah hal tersebut diraih manakala seorang tidak mau mempelajarinya. Hal khusus yang perefleksi garis bawahi, jika dalam mencari kebahagiaan dunia seorang rela menghabiskan umurnya namun terkadang tak juga mendapatkan, maka untuk kebahagiaan akhirat tidak ada pilihan lain selain seorang harus memperjuangkannya dengan giat belajar dan mengamalkan syariat yang telah dituntunkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Jawaban dari ujian Soal-soal Filsafat Pendidikan Matematika

Filsafat Matematika dan Pendidikan Matematika: Jawaban dari ujian Soal-soal Filsafat Pendidikan Matematika 1.       Ontologi Matematika...